sumber:http://suluhbali.co/salak-karangasem-yang-selalu-manis/
salak, siapa tak kenal buah ini, hampir semua orang
mengenal buah yang memiliki rasa manis dan kulit bersisik ini. Di Bali
bahkan salak sudah menjadi identitas tersendiri bagi sebuah daerah timur
Provinsi Bali yaitu Kabupaten Karangasem.
Manisnya salak karangasem sudah secara langsung telah mengantarkan
daerah ini dikenal dengan penghasil salak kualitas baik dan nama “salak
karangasem” pun semakin melambungkan nama Karangasem.
Salak yang secara umum termasuk jenis palma dan memiliki pohon
berduri, buah yang memiliki klasifikasi ilmiah, kerajaan Plantae, divisi
Magnoliophyta, kelas Arecales, family Arecaceae, geus Salacca, dan
memiliki nama ilmiah Salacca zalacca.
Khusus salak Karangasem dikenal sebagai jenis buah salak yang
berbentuk besar-besar dan memiliki cita rasa manis. Bahkan salak
karangasem memiliki kualitas no 1 di Indonesia, hal ini dikarenakan
tekstur dari buah salak karangasem memiliki tekstur yang berbeda dari
salak-salak yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
Sebaran tanaman salak Karangasem ini umumnya berada di wilayah
Karangasem bagian barat mencakup wilayah Bebandem, Selat, Rendang, dan
Sidemen. Sentra tanaman salak di karangasem paling besar berada di
wilayah Desa Sibetan, Kecamatan Bebandam, Kabupaten Karangasem.
Desa sibetan secara khusus telah mengembangkan area kebun salak yang
tertata rapi sebagai wisata agro dan wisata trekking. Wisata ini
memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk secar langsung melihat
keberadaan kebun salak dan bisa menikmati salak dengan memetik secara
langsung di pohonnya.
Jenis salak yang begitu terkenal di daerah ini adalah salak gula
pasir, seperti namanya gula pasir tentu memiliki rasa manis. Sama
seperti namanya itu, salak gula pasir memiliki cita rasa yang sangat
manis dan gurih. Kulit yang agak hitam kecoklatan dengan daging buah
yang khas berwarna putih.
Saat ini pemanfaatan salak karangasem sebagai buah lokal yang
memiliki nama yang cukup dikenal mayarakat menjadi primadona yang
dicari-cari oleh orang karena manisnya. Pemanfaatan buah lokal salak
sudah dijadikan sebagai panganan-panganan seperti dodol salak, manisan
salak, sirup salak, dan bahkan saat ini dikembangkan juga menjadi wine
salak.
Salak sebagai buah lokal dan memili rasa yang manis ini tentu harus
patut dicoba untuk dinikmati. Keberadaan salak sebagai buah lokal tidak
akan kalah dari keberadaan buah import dari segi kenikmatan dan rasanya.
Selain bisa dinikmati manisnya, kini dengan adanya daerah wisata yang
berlatar belakang kebun salak bisa menjadi sebuah refrensi untuk
belajar lebih jauh terhadap keberadan salak khususnya salak lokal “salak
Karangasem”.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar